Latar belakang
Gereja Imanuel Surabaya melayani jemaat lintas generasi — mulai dari lansia yang masih nyaman memasukkan kolekte, sampai anak muda yang tidak pernah lagi pegang uang tunai. Tim diakonia mengelola lima kategori persembahan berbeda, masing-masing dengan pelaporan terpisah ke majelis.
Tantangan
- Lima kategori persembahan berarti lima rekening dan lima laporan manual setiap bulan.
- Jemaat lebih muda mulai meminta cara bayar digital yang ramah HP.
- Pencatatan kolekte fisik vs digital butuh penggabungan manual sebelum dilaporkan ke majelis.
Solusi dengan Kindy
Gereja pindah ke satu halaman dengan lima kategori yang bisa dipilih jemaat: Persembahan Umum, Misi, Diakonia, Pembangunan, dan Syukur. QR code halaman ditaruh di buku warta jemaat mingguan.
Hasil
- Persembahan online naik 3x dalam bulan kedua pemakaian
- Jemaat bisa memilih kategori persembahan sendiri — tidak perlu tanya nomor rekening ke pengurus
- Laporan per kategori tinggal diekspor ke majelis
Tim diakonia menyebutnya “sederhana dan transparan” — dua kata yang susah digabungkan dalam satu sistem sebelumnya.